5 Cara Terapkan Hidup Minimalis Demi Berhemat di 2021

Gaya hidup minimalis adalah gaya hidup yang sederhana, tidak berlebihan, dengan barang seminimal mungkin, tetapi tetap bisa hidup dengan maksimal. Dengan slogan “Less Is More”, gaya hidup minimalis kerap diserukan dan nampak cocok di era modern seperti sekarang. Bukan hanya agar bisa memberikan ketenangan dan kebahagiaan, hidup minimalis juga bisa membantu kita berhemat uang lebih banyak di tengah banyaknya dorongan untuk hidup konsumtif. 

Namun, mengubah gaya hidup ke minimalis, tidak bisa dibilang mudah. Sebab, jika kita orang yang terlanjur nyaman hidup dengan banyak barang, kita harus berani keluar dari zona nyaman agar hidup minimalis bisa diterapkan. Misalnya, yang biasanya rajin beli barang printilan di mall saat diskon meski nggak perlu-perlu amat, ini harus direm. Begitu juga kamu yang gemar mengoleksi berbagai barang. Demi hidup lebih simple dan bisa hemat, sanggupkah kamu mengerem dan mengurangi kebiasaan tersebut?

Jangan khawatir, semua bisa dilakukan bertahap. Kamu bisa memulainya dengan lima cara berikut ini. 

Mulai dengan merapikan barang-barang di rumah

Kalo kamu merasa rumah sudah begitu sesak dan sempit karena banyak barang, serta sulit dirapikan karena selalu berantakan, mungkin itu tanda untuk kamu memulai hidup minimalis. Barang-barang yang menumpuk dan berlebihan di rumah, tentu akan memakan ruang lebih banyak. Sehingga, rumah terasa jadi lebih sempit, berantakan, dan ruang gerak penghuninya pun jadi terpengaruh. 

Nah, tahap pertama untuk hidup minimalis bisa dimulai dengan merapikan barang-barang yang ada di rumah. Mulai dari kamar, dapur, sampai ruang tamu. Sisakan barang-barang yang benar-benar dibutuhkan dan masih dipakai. Sementara itu, untuk barang-barang yang sudah tidak lagi terpakai, kamu bisa memberikannya kepada orang yang lebih membutuhkan. Dengan catatan, barang tersebut masih dalam kondisi baik dan layak. Kalo sudah rusak, lebih baik dibuang. Misalnya, perlengkapan bayi yang hanya terpakai sampai di umur 3 tahun. 

Saat merapikan barang, mungkin kamu akan tergoda berpikir “Ah, siapa tahu nanti perlu, disimpan aja deh”, ketika harus memilih menge-keep atau membuang barang yang sedang dirapikan. Jangan sampai lengah karena itulah salah satu tantangan untuk hidup minimalis, berani keluar dari zona nyaman dan bisa memutuskan.

Reuse dan recycle

Barang-barang yang tidak terpakai dan sudah difilter, punya kesempatan juga untuk digunakan kembali atau didaur ulang menjadi bentuk barang yang bermanfaat lain. Hal ini tentunya bisa membantu kamu makin berhemat. Daripada beli barang yang baru, lebih baik bersihkan dan gunakan barang yang lama yang kualitasnya masih cukup oke. Selain berhemat, kamu juga sudah berperan meminimalisir jumlah sampah yang ada di lingkungan. 

Hanya keluarkan uang untuk membeli barang yang benar-benar dibutuhkan

Banyak dari kita, ketika jalan-jalan di mal atau windows shopping online di e-commerce, kerap tergoda untuk belanja barang-barang printilan hanya karena barang itu sedang promo, lucu, dan didukung mindset “beli aja deh, siapa tahu butuh”. Padahal sebenarnya, saat itu kita lagi nggak butuh-butuh amat. Tapi, karena dorongan hasrat konsumtif, jadilah barangnya tetap dibeli. 

Untuk hidup minimalis, kita harus berani menahan diri dan menolak hasrat konsumtif tersebut. Hasrat untuk memiliki atau mengoleksi barang yang sebenarnya kita sudah punya di rumah. Ini kerap terjadi pada barang seperti sepatu, tas, pakaian, sampai make up, terutama bagi kaum hawa. Rasa-rasanya kalau belum punya lipstik dengan berbagai shade, belum lengkap. Hayo, kamukah salah satunya?

Yuk, mulai sekarang, kurangi kebiasaan tersebut dan hanya gunakan uang jika perlu beli barang yang benar-benar dibutuhkan, ya. 

Hindari belanja bahan makanan berlebihan

Saat belanja di supermarket atau ke pasar, kita kerap menyetok bahan makanan secara berlebihan. Yang akibatnya, bahan makanan jadi kedaluwarsa atau layu dan tidak segar lagi karena terlalu lama disimpan di lemari atau di kulkas. Kalo sudah begini, ujung-ujungnya jadi harus dibuang, deh. Maka dari itu, kamu perlu menyiasatinya dengan membedakan produk belanjaan. 

Jika yang dibeli adalah bahan makanan segar, hindari menyetok bahan makanan untuk berhari-hari sekaligus apalagi jika tidak ada niat untuk melakukan food preparation. Belanja secukupnya untuk 1 – 2 hari. Jika yang dibeli adalah bahan makanan yang bisa awet lama seperti bahan makanan kalengan atau kemasan, buat daftar rincian belanja yang jelas beserta kuantitasnya untuk 1 bulan.  

Gunakan layanan kredit secukupnya

Fasilitas kredit seperti kartu kredit perbankan atau cicilan tanpa kartu kredit dari fintech seperti Kredivo, adalah alat pembayaran yang bisa membantu kita mempermudah transaksi. Sayangnya, masih banyak orang yang menganggap dan menggunakan layanan kredit seperti memiliki uang tambahan yang bisa digunakan kapan pun. Baik itu untuk membeli barang, gaya hidup, dan lain sebagainya. Perilaku ini tentu bukan perilaku hidup minimalis. Bisa juga berdampak negatif pada keuangan.

Cara lain untuk mengerem hasrat konsumtif dalam diri sekaligus menjaga kondisi finansial adalah dengan menggunakan layanan kredit secukupnya. Jangan juga terlalu banyak apply dan punya layanan kredit, ya. Sebab, akan banyak biaya-biaya pengurusan yang perlu kamu bayar. Belum lagi tagihannya kalau digunakan semua. 

Buat kamu yang baru mau apply layanan kredit, pilih yang sesuai kebutuhan saat in agar manfaatnya lebih terasa. Apakah kamu butuh kartu kredit untuk belanja di supermarket? Atau butuh untuk ambil kredit barang di e-commerce? Untuk yang kedua, kamu nggak perlu susah-susah apply kartu kredit. Sebab, ada cicilan tanpa kartu kredit yang bisa kamu andalkan. Daftar lewat rumah, unduh aplikasi Kredivo di Google Play Store atau App Store, dan ikuti langkah-langkahnya. 

Kredivo adalah solusi kredit instan online yang bisa digunakan untuk transaksi pay later 30 hari tanpa bunga, cicilan s.d 12 bulan bunga rendah, hingga pinjaman tunai. Bisa digunakan di 1000+ merchant online maupun offline. Mulai dari Lazada, Tokopedia, Blibli, Shopee, sampai Alfamart dan McDonald. Jumlah limit yang bisa didapat pengguna juga nggak main-main, lho. Maksimal bisa s.d Rp 30 juta!

You Might Also Like
Leave a Reply